Perjalanan di Gunung Gede-Bogor

Gunung….
Aaaa….

Aku bukan seorang yang tergabung dalam klub pencinta alam..
walaupun sejak SMPaku menginginkan masuk komunitas pencinta alam..

6-7 Juni 2013
Jadwal naik ke gunung Gede, sebagai acara peresmian komunitas pencinta alam di perusahaanku..

Persiapan sama sekali dadakan..
Pulang jam 5 sore, pinjam perlengkapan ke sana sini, siap siap kebutuhan yang dibawa, 12 malam sudah harus siap berangkat..
Modal perlengkapan seperlunya tetap lanjut..

Alhamdulillah, kondisi saat itu fit..

Mulai dari tempat kerjaku, kami berangkat ada 2 rombongan, 1. Truck tentara, 2. Mobil kantor(xenia)
Karena aku belum menjadi anggota nya aku ikut di mobil kantor.

Oke, sekitar 5.00 pagi, kita semua sampai di tempat start pendakian.
Selesai sarapan, kami dibagi menjadi beberapa group..
Aku lupa nama group ku saat itu.
Oh iya, aku kesana tak lupa ajak pacarku. (Yang sekarang sudah jadi suamiku).

Pendakian pertama yang lumayan membuat tenaga terkuras. Karna belum ada pengalaman mendaki sebelumnya bagiku..
Sekitar 8 jam perjalanan kami nikmati dengan rintik rintik hujan sepanjang perjalanan..
Suasana rute yang kami tempuh ramai sekali seperti pasar, karena gunung gede merupakan salah satu favourite bagi para pendaki karna medan yang ditempuh tidak terlalu sulit..

Finally..
Setelah berjam jam berjalan sambil tanya pendaki lain “puncak masih jauh mas?”
“15 menit lagi”
Nyatanya masih butuh berjam jam untuk lewatinya..
Akhirnya sampai juga di alun alun suryakencana..
Oh iya, kami lewat rute gunung putri jadi tempat stay sementaranya di alun alun suryakencana.

Capainya hilang setelah tiba di alun alun suryakencana, hamparan bunga edelweis yang luas sepanjang mata memandang menghilangkan lelah seketika..
Masih ditemani rintik rintik air hujan.
Rasanya pengen berlama lama disana, menikmati ciptaan Tuhan yang tiada habisnya..

Kami bermalam disana, tetap dengan hujan rintik rintik.
Temanku kedinginan mungkin hypotermia, sampai teriak teriak, ngomong melantur, tapi tetap istighfar, akhirnya setelah dihangatkan dalam sleeping bag dan minum air hangat, normal seperti semula.. alhamdulillah..

Kami tidur di satu tenda.. aku bersama temanku, Ulfi, Octo, Pak Surawan, Pak Benny, Edy..
Karna aku membawa perlengkapan seadanya, alhasil aku dan pacarku hanya tidur beralaskan matras, tanpa sleeping bag.
Dan kondisi saat itu airdi pinggir tenda menyerap ke baju yang kami pakai, dan kami tidur basah basahan..
Waw banget..
Kami pun hanya pakai celana pendek, karna baju lain basah.. dinginnya pake banget..

Matahari pagi udah keliatan..
Setelah upacara peresmian komunitas pencinta alam dan makan pagi.. kami bersiap untuk summit..
Butuh waktu sekitar satu jam dari alun alun untuk sampai di puncakk..

Dan..
Yeaaaah…
Terima kasih Tuhan..
Kau telah memberikan kesempatan bagi kami untuk melihat indahya ciptaanMu, besar kuasaMu..
puncak yang saat itu tidak terlalu cerah tak mengurungkan niat kami untuk mengabadikan foto di sana..

Pertama kali aku diberikan kesempatan Allah untuk menikmati indahnya puncak bersama calon suamiku.
Walaupun hanya hitungan menit kami berada di sana, itu cukup menghilangkan lelah dan penasaran sepanjang perjalanan.
Dan saat nya dimulai lagii, waktunya pulang..
Sepertinya track yang ditempuh cukup menantang dibanding awal pendakian.

Sekitar 9jam perjalanan kami tempuh, lebih melelahkan dibanding pendakian kemarin..
Mungkin medan tangga berbatu membuat kaki kami sakit dan lelah..
Walaupun melelahkan di track ini tersedia camp Kandang Badak, sumber air panas untuk merendam kaki, air terjun Cibereum dan ada air terjun yang panas sekali..
Cukup ekstream melewati air terjun tersebut. Hanya seutas tali jadi pegangan dengan pijakan batu yang licin. Harus extra hati hati kalau tidak terjatuh ke jurang air panas.. serem…
Tetap ditemani rintik hujan sepanjang perjalanan..
Bisa dibilang pendakian kami itu tak lepas dari gerimis.

Sampai juga dekat parkiran mobil.. istirahat sejenak dan makan malam, lalu bersiap menuju Cibinong..
Alhamdulillah sampai juga di Cibinong..
Sisanya hanya lelah dan memori yang akan selalu terkenang..

Di Gua Bulu Kudukku Berdiri

Waktu ke Bukittinggi selain melihat keunikan dari ngarai Sihanok, dari taman panorama itu juga bisa masuk ke dalam goa peninggalan Jepang. Ini gua bukti sejarah kita pernah dijajah oleh Jepang. Jadi mau masuk ada perasaan berdebar apalagi gua ini panjangnya1,5 km , bayangkan!!! Tapi katanya yang aman dilewatkan hanya 750 meter saja. Tapi itu tak menutup rasa takut di kegelapan gua. Dan aku biasanya suka sesak nafasnya saat ada di dalam gua, tapi pemandu wisata menjelaskan kalau masuk ke gua ini segar udaranyakarena gua ini berhubungan dengan udara luar yaitu ngarai Sihanok.

Akhirnya aku masuk juga. Lubang Jepang ini dibuat atas suruhan dari Letjen Moritake Tanabe seorang panglima Divisi ke 25 bala tentara Jepang. Katanya gua ini mampu menahan letusan bom seberat 500 kg. Bayangkan betapa kokohnya itu lubang. Dikerjakan tahun 1944 dan dikerjakan oleh romusha yang diambil dari pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan , tak ada satupun orang Bukittinggi untuk menjaga kerahasiaannya. Malah orang Bukittinggi dikirim ke Biak dan Bandung karena di sana juga dibangun gua Jepang. Gua Jepang ini merupakan gua terpanjang di Asia. Bunker ini digunakan untuk pertahanan dari serangan musuh. Mengapa Jepang membangun di Bukittinggi. Ini disebabkan kota Bukittinggi iniletaknya strategis di tengah pulau Sumatera, makanya sempat menjadi kota pusat komando pertahanan tentara Jepang.Pada saat itu tentara Jepang dibawah pimpinnan Jenderal Watanabe.

Pertama yang aku lihat tangga menurun sebanyak 132 anak tangga yang rongganya berbentuk setengah lingkaran cukup membuatku berani, karena suasana gak gelap karena sudah ada penerangan. Dinding-dindingnya terdapat ceruk yang agak dalam. Tujuannya sebagai peredam suara, sehinga suara –suaradi dalam gua gakakan tedengar sampai luar. Sehingga penyiksaan tahanan takakan ketahuan . Disana terdapat banyak ruang-ruang berupa lorong kecil sebanyak 21 digunakan untuk ruang amunisi, ruang istirahat, ruang tahanan , dapur dan ruang penyiksaaan. Itu terdiri dari banyak ruang. Juga ada barak-barak militer. Suasaan sepi dan memang tak terasa pengap di dalam karena ada angin yang semilir . udara yang berasal dari ngarai Sihanok.

Di sana juga ada ruang penyiksaan dimana tahanan disiksa dan mayatnya dibuang ke ngarai Sihanok. Duh membayangkan ruang penyiksaan dengan meja kecil dan berhubungan dengan ngarai berbentuk lubang sehingga tinggal membuang langsung mayat tersebut. Pantas saja pada saat sampai di ruang penyiksaan itu, temanku menyuruh kita gak usah ke sana, dan mendesak terus. Tapi karena penasaran aku melanjutkan saja apalagi kata pemandu wisatanya gak ada apa-apa. Bulu kudukuku tiba-tiba saja merinding saat sudah sampai di ruang penyiksaan dan temanku itu terlihat gelisah dan menyuruh kita cepat keluar dari gua. Tapi sayang pemandu wisata sedang menerangkan banyak hal yang menarik tentang gua ini, masa kita minta keluar. Ternyata temanku itu yang punay indra keenam, melihat banyak makhluk halus yang bersliweran di antara kita-kitayang sedang mendengarkan pemandu wisata. Pantas bulu kudukku merinding. Dan akhirnya kita bisa keluar dari gua lewat pintu gua yang lain . Sejarah yang terjadi membuat kita bersyukur sekarang kita sudah merdeka berkat jasa pahlawan kita. Membayangkan banyak siksaan pada masarakat kita dulu dalam gua ini, membuat perasaan ngeri di hati. Pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita ambil saat berkunjung ke gua ini. Jangan takut kalau bulu kuduk kita berdiri saat berada di dalam gua, mereka gak ganggu kok.

Nagari Sihanok Dalam Pandangan Mata

Pernah dengar ngarai Sianok? Pertama kali aku tahu tentang ngarai Sianok saat belajar ilmu bumi pada saat sekolah di SD. Dan itu salah satu yang aku kagumi dari pahatan batuan yang begitu indah berdiri kokoh di suatu lembah. Dan ini memanjang panjang. Membayangkan saja sulit sekali. Tapi kali ini aku sudah berdiri menghadap ngarai ini. Sungguh menakjubkan !!! Betapa pahatan batuan yang begitu kokoh terpampang di hadapanku. Astaga bisa begitu eksotis dilihat dari kejauhan. Berdiri di sana dan melihat begitu nyata ngarai Sianok itu sesuatu sekali.

Nah ngarai ini berada di kota Bukittinggi. Memang Bukittinggi ini terkenal dengan kontur alam yang memang berbukit-bukit. Dan diantara bukit-bukit tersebut terdapat ngarai Sianok.Berada di pusat kota Bukittinggi , kabupaten Agam . Suatu lembah yang sempit dan dikelilingi oleh bukit-bukit yang mempunyai tebing curam dan terdapat aliran sungai di bagian tengahnya. Ngarai ini terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi dan menimbulkan patahan berbentuk jurang yang curam . Dan ngarai ini terbentang sepanjang 15 km . Mulai dari sisi selatan Nagari Koto Gadang sampai Nagari Sianok Enam Suku. Lebar 200 meter dan kedalamannya 100 meter. Sehingga ngarai ini sebagai pemisah pulau Sumatera menjadi dua bagian yang memanjang dan dikenal dengan patahan Semangko.Dan dikenal dengan lembah pendiam . Ini karena suasana yang sepi , damai dan tenang. Udara yang bersih, asri dan ada suara burung-burung yang berkicau. Waktu itu aku melihat keindahan ngarai ini dari taman panorama. Dari sana jelas terlihat indahnya patahan bebatuan yang berdiri kokoh.

Tahun 2007 saat terjadi gempa di Sumatera Barat sebagian dindingnya runtuh tapi tetap mempesona bahkan mendapatkan The Best Tourism Object dalam rangka ajang penghargaan Padang Tourism Award 2007 Aliran sungai yang ada di ngarai itu bermuara ke samudra hindia. Kadang juag bisa dilakukan aktivitas olahraga air seperti arung jeram , kayak dan kano . Di sepanjang tepian sungai masih ditemui bunga raflesia, bunga melati dan banyak aneka tumbuhan obat-obatan. Kalau berminat memlihat aneka hewan bisa masuk ke dalam hutan. Bisa melihat siamang, rusa, macan tutul, babi hutan . Tapi dibalik keindahannya katanya ada yang misterius di ngarai ini. Ada suara jeritan orang minta tolong dan penampakan orang dan kisah misterius lainnya. Mungkin karena ngarai dulu juga digunakan untuk membuang mayat-mayat rakyat Indonesia yang dibantai oleh Jepang karena kerja paksa. Mereka dibuang dari gua Jepang yang terdpat di sana dan dibuang lewat gua yang terhubung dengan ngarai Sianok ini. Bisa jadi banyak penampakan karena banyaknya mayat-mayat yang dibuang di sini dan tak dikubur dengan baik dan semestinya.

Bisa terbayangkjan ya, ngarai ini terdapat di kota Bukittinggi. Gagah berdiri kokoh dengan panorma yang indah. Hijau jauh memandang . Guratan batuan tampak jelas terlihat . Dan aku begitu mengagumi betapa kokohnya tebing itu. Terbayang kalau tebing itu runtuh apa yang bakal terjadi ya? Akhirnya bisa melihat keajaiban indahnya ngarai ini. Gak menyangka bisa sampai di sini memandang ngarai yang sudah terkenal sejak dulu. Apa yang diceritakan guruku dulu tercermin saat aku melihat . Entah guruku dulu sudah kemari atau beliau hanya membaca keindahan di sini dan diceritakan kembali pada murind-muridnya. Sungguh aku beruntung bisa sampai di sini dan melihat keindahan yang nyata di hadapan aku. Luar biasa!