Jangan Sekedar Konsumsi Air Minum

Dulu, bagi orang yang tinggal di desa, pada umumnya untuk kebutuhan air minum, mereka menggunakan air dari sumur, atau air yang dipompa dari dalam tanah. Mereka rebus dahulu air tersebut hingga mendidih, kemudian mereka diamkan hingga panasnya hilang, lalu siap untuk diminum. Dan air minum hasil rebusan tersebut terasa segar ketika dikonsumsi.

Tapi sekarang, kondisinya telah berubah, sudah jarang ditemui yang masih mengkonsumsi air minum yang direbus terlebih dahulu. Orang-orang kebanyakan mengkonsumsi air minum dalam kemasan, yang seperti kita tahu sekarang ini, begitu banyak produk air minum dalam kemasan dengan berbagai macam merk & kualitas yang dijual di pasaran. Beralihnya orang-orang untuk mengkonsumsi air minum dalam kemasan, didasari alasan yang sederhana. Karena praktis dan tidak merepotkan.

Mereka tidak perlu mengambil air sumur, tidak perlu repot memasak air, tidak perlu menunggu airnya dingin, cukup langsung membuka kemasan air minum instan, dan bisa langsung mengkonsumsi air minum.

Tidak ada yang salah dengan pilihan dalam mengkonsumsi air minum tersebut, asalkan kualitas air minum tersebut memang benar-benar layak untuk dikonsumsi. Sesuai dengan kriteria persyaratan air minum layak konsumsi menurut peraturan Menteri Kesehatan. Syarat-syarat air minum yang layak dikonsumsi antara lain : Tidak berasa, tidak berwarna (jernih), tidak berbau, tidak mengandung senyawa beracun (semisal logam berat), tidak mengandung bakteri-bakteri yang berbahaya bagi tubuh (contohnya : E.Coli).

Karena begitu pentingnya air minum bagi tubuh, kita tentunya tidak bisa meremehkan kualitas air minum yang kita konsumsi, salah-salah malah kesehatan kita yang terganggu. Kalau kita memilih mengkonsumsi air dalam kemasan, kita harus jeli dan teliti, karena ada berbagai macam merk air minum kemasan di luar sana, tentunya dengan kualitas yang berbeda satu sama lain. Harga mungkin bisa dijadikan salah satu acuan untuk menentukan kualitas air minum, walaupun tidak semuanya benar. Melihat dari keseluruhan produk air minum yang akan dipilih, juga penting dilakukan, misalnya adanya sertifikat uji kelayakan yang levelnya nasional maupun internasional. Dengan adanya sertifikat uji kelayakan yang dimiliki suatu produk air minum, tentunya kualitas air minum tersebut benar-benar bagus dan layak untuk dikonsumsi. Semakin banyak yang merekomendasikan, terutama para ahli kesehatan, maka air minum tersebut telah memiliki kelayakan untuk dikonsumsi.

WAJIB BACA: manfaat kurma untuk ibu hamil.

Sedangkan bagi kita yang masih tetap memilih mengkonsumsi air minum yang direbus, kita juga harus tetap memperhatikan kualitas air minum tersebut, pastikan air minum yang akan dikonsumsi, sudah benar-benar mendidih pada saat merebus air, agar terbebas dari bakteri dan kuman. Kemudian setelah dipastikan air sudah mendidih, gunakanlah penyaring untuk menyaring kotoran-kotoran yang mungkin terdapat pada air, sisa dari perebusan air tersebut. Lalu diusahakan, air yang akan direbus sebaiknya bersih dan jernih alias tidak terdapat kotoran yang dapat terlihat secara kasat mata, agar nantinya kualitas air minum yang dikonsumsi benar-benar layak minum dan tidak memberikan dampak negatif bagi tubuh.

Terlebih lagi seperti sekarang ini, yang memasuki Bulan Ramadhan. Air minum menjadi sangat penting untuk kebutuhan tubuh kita, terutama di waktu-waktu berbuka puasa dan saat sahur. Tubuh kita tentunya memerlukan asupan air yang cukup agar kesehatan kita tidak terganggu dan ibadah puasa yang kita laksanakan dapat berjalan lancar.

Jadi, mengingat pentingnya kualitas dari air minum, kita tidak boleh sembarangan meminum air, pastikan bahwa air minum yang akan dikonsumsi benar-benar berkualitas dan layak minum. Sayangi tubuh kita dan jaga kesehatan tubuh kita. Karena di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.

Salam Sehat.